nak tunggu sampai bila sebenarnya...
bila waktu yang sebenar kita betul-betul siap?
sedang kematian yang bila-bila saja boleh berlaku,
bahkan mugkin sedekat sesaat ini,
juga kita belum persiapkan.
inikan tentang pernikahan...
anak tertua itu bagaikan pengganti kepala keluarga
meskipun bukan anak laki-laki
tetapi menjadi tanggungjawab
dan perasaan ingin menjaga hingga akhir hayat itu tertanam
sehingga tidak mahu memikirkan yang satu lagi
namun sering kali juga tertanya pada diri,
apa di masa tua nanti, punya anak yang akan menjaga?
dan manusia mana yang akan dampingiku di masa tua
membutuhkan mereka yang masih belum wujud dikehidupan ku ini menjadi buak,
saat diri sendiri sudah mulai tua
ps: jangan komen kalau tak faham. buat-buat tak faham je